Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah, Jurusan KPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Seminar Online Nasional

Cirebon– Sambut Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar seminar online nasional dengan tema tantangan dan peluang dakwah di era digital bagi para dai dan mahasiswa KPI, Rabu (19/8/2020).

Seminar online yang digelar  untuk kedua kalinya   ini, mendatangkan 4 narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya yaitu  Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A (Gubernur Nusa Tenggara Barat  2008-2013), Dr. Hajam., M.Ag  (Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Dr. Gun Gun Heryanto., M.Si Dosen (Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute  serta Nurdin,M.Com.,Ph.D Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palu. 

Acara ini diselenggarakan secara daring pada pukul 09.00-12.00 WIB melalui aplikasi zoom dan live youtube yang dipandu oleh Babay Barmawi., M. Si (Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon).

Kegiatan ilmiah ini   berlangsung  dengan meriah karena  diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari dosen, peneliti guru, da’i, mahasiswa S1, S2 dan S3 dari berbagai daerah di indonesia. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan jejaring pertemanan, seluruh  peserta juga mendapatkan sertifikat  elektronik (e-certificate)  tanpa dipungut biaya.

Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon H. Aan Mohamad Burhanudin., MA dalam sambutannya mengatakan bahwa :

Acara ini bertujuan untuk mengetahui apa saja peluang dan tantangan dakwah di era digital umumnya bagi para da’i-da’iyah dan khususnya bagi mahasiswa-mahasiwi jurusan KPI.

Diharapkan dari kegiatan ilmiah ini para peserta mendapatkan formula dakwah yang tepat di era digital terlebih pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) akibat pandemic covid-19 yang melanda banyak negara di dunia.

Dalam paparannya Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang mengatakan pentingnya mengedepankan Islam Washatiyah atau moderasi beragama dalam konten-konten dakwah yang diberikan kepada masyarakat.

Beliau menegaskan bahwa dai atau daiyah perlu memastikan konten yang disampaikan kepada mad’u atau masyarakat adalah konten yg menampilkan wajah islam yg sesungguhnya dan menggunakan model dakwah yang relevan dengan karakteristik masyarakat di Indonesia.

Dr. Hajam., M.Ag memaparkan tentang tema-tema dakwah yang diminati masyarakat di era digital diantaranya : Etika /akhlaq, sejarah Islam, akidah Islam, fiqih ibadah, fiqih muammalah, ilmu/sains, bisnis/wirausaha dan politik.

Beliau juga menegaskan pentingnya konsep dakwah rahmatan lil alamin yaitu mempraktekan islam dengan ramah, moderat, santun, anti radikal dan Inklusif, mengedepankan sikap jalan tengah, tidak ekstrim kiri dan tidak ekstrim kanan, selalu seimbang, toleran dan bisa hidup dengan kelompok lain yang beda paham dan pandangan serta dialog dan mencari titik temu.

Sementara itu Dr. Gun Gun Heryanto., M.Si menjelaskan mengenai tantangan dan peluang dakwah di era digital.

Beliau menyebutkan 5 tantangan yaitu : piramida masyarakat yang selalu berubah, dominan milenial dengan karakteristiknya, pola konsumsi informasi digital yang berlimpah, paradox dan addiction, User generated content, siapa aja bisa jadi produsen, sumber informasi agama dangkal, demokrasi yang rentan hoax, hatespeech, radikalisme, ekstremisme dan terorisme serta Aksesibiltas yg tidak merata.

Beliau juga menjelaskan 3 peluang yaitu : media digital adalah saluran paling potensial dan baru yang dapat mengatasi berbagai hambatan seperti keterbatasan jarak, interaktif dan multimedia, new public sphere yaitu media dakwah demokratis, freedom of expression serta ceruk komunikan atau mad’u dakwah yang besar.

Terakhir Nurdin M.Com.,Ph.D menjelaskan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dan informasi utamanya media sosial dalam aktivitas dakwah di era digital.

Beliau menjelaskan bahwa terdapat keuntungan dari dakwah digital diantaranya jangkauan yang luas dan tanpa batas, lebih murah serta hemat energi. Oleh karenanya para da’i atau daiyah maupun mahasiswa KPI harus dibekali digital skills, perbaikan kurikulum dan perbaikan infrastruktur IT.

Salam Komunikasi

Ethical, Innovative, Excellent

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *