Mahasiswi KPI IAIN Cirebon Raih Juara 2 Protocol Fair 2020 Tingkat Nasional

Cirebon – Public speaking (berbicara di depan umum) merupakan salah satu keahlian yang jarang dimiliki oleh semua orang, jika hanya bicara biasa mungkin semua...

0 Comments

Cirebon – Public speaking (berbicara di depan umum) merupakan salah satu keahlian yang jarang dimiliki oleh semua orang, jika hanya bicara biasa mungkin semua orang setiap hari juga melakukannya. Namun, berbeda dengan berbicara di depan umum diperlukan suatu teknik dan kemampuan tertentu yang perlu di latih, baik dari segi vokal, keberanian mental, dan gesture (bahasa tubuh) yang mendukung pada saat melangsungkan public speaking.

Salah satu mahasiswi semester 5 juruan KPI IAIN Cirebon yang bernama Mita Sri Wahyuni berhasil menyabet juara 2 Master of Ceremony (MC) di ajang kompetisi “Protocol Fair 2020” tingkat nasional yang diadakan di Universitas PAdjajaran (UNPAD) tepatnya pada 10-15 November 2020 lalu. (dikutip dari suaracirebon.com)

Mita Sri Wahyuni Mahasiswi Jurusan KPI Peraih Juara 2 MC Nasional

Lomba yang dilaksanakan secara online ini diikuti oleh puluhan universitas yang ada di Indonesia, termasuk kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Mita merupakan salah satu anggota dari UKM Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) , dimana UKM ini menjadi sebuah wadah untuk mahasiswa yang mempunyai bakat di bidang public speaking. Selain itu Mita juga sudah sangat berpengalaman sebagai penyiar radio muda di salah satu stasiun radio yang berada di Cirebon.

Atas pencapainnya ini tidak hanya pihak jurusan saja namun pihak kampus juga merasa sangat bangga dengan capaian prestasi dari salah satu mahasiwinya. Hal itu juga disampaikan langsung oleh Mita Swi Wahyuni atas torehan prestasinya.

“Yang pasti seneng banget dan gak pernah nyangka karena ini ruang lingkupnya nasional. Sempet pesimis juga melihat peserta lain yang keren-keren banget. Tapi ya… tetap menjalankan motto hidup saya saja ‘Do the best and you’ll got all the best’ dan alhamdulillah I got it! MasyaAllah,” tuturnya kepada Suara Cirebon, Senin (16/11). (dikutip dari suaracirebon.com)

Di balik manisnya mendapatkan juara 2, ternyata Mita mengalami berbagai macam kendala yang. Mita termasuk peserta yang hampir tidak jadi mengikuti lomba itu. Pasalnya, ia mendaftar pada H-1 jelang penutupan.

Namun, kendala tersebut tidak menghalangi harapannya dalam meraih prestasi di ajang bergengsi itu. Baginya, prestasi yang ia raih sangatlah penting.

“Prestasi itu penting karena sebagai bukti suatu progres yang sudah Mita jalani,” imbuhnya.

Setelah mendapatkan prestasi gemilang itu, ia pun berharap dan bergegas untuk ke depannya. Mita berharap dapat kembali meraih prestasi yang lebih besar dan lebih banyak lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *