Cara Membedakan “di” sebagai Imbuhan dan “di” sebagai Preposisi

Website Resmi HMJ KPI

15 Kunjungan

First

Selain disebut sebagai bahasa pemersatu bangsa, bahasa Indonesia juga dapat dikatakan sebagai identitas bangsa Indonesia. Menggunakan bahasa Indonesia merupakan kewajiban seorang warga negara Indonesia, dan juga dapat dikatakan sebagai salah satu perwujudan bela negara.

 

Berbicara tentang bahasa Indonesia, pasti tidak asing dengan istilah PUEBI. PUEBI adalah singkatan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang mengatur tata penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Salah satu bentuk dari PUEBI itu adalah penulisan “di” sebagai preposisi dan “di” sebagai imbuhan. Mungkin sebagian dari temen-temen ada yang sudah paham betul dan sebagian juga ada yang belum, maka yang belum paham simak dan baca dengan teliti ya!

 

“Di” Sebagai Preposisi

Penulisan “di” sebagai preposisi, harus ditulis terpisah antara kata depan dengan kata yang mengikutinya. Biasanya kata yang mengikutinya itu berhubungan dengan tempat atau waktu.
Contoh :

Keterangan tempat :
1. Di rumah
2. Di kantor
3. Di sekolah
4. Di kampus
5. Di atas
6. Di bawah
7. Di samping

 

Keterangan waktu:
1. Di masa
2. Di zaman
3. Di kala

 

Tetapi ingat, keterangan tempat tidak hanya “tempat yang terlihat”, tetapi juga yang abstrak.
contoh:
1. Di sanubari
2. Di benak
3. Di pikiran
4. Di bayang-bayang

 

“Di” Sebagai Imbuhan

Penulisan “di” sebagai imbuhan, harus ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata yang mengikutinya yaitu kata dasar, berupa kata kerja.
Contoh:
1. Dibaca
2. Dijual
3. Ditutup
4. Diambil
5. Dicari

 

Lalu, bagaimana cara membedakan dalam penulisannya?
Untuk mengetahui “di” sebagai preposisi dan “di” sebagai imbuhan kita cukup menambakan imbuhan “me” pada awal katanya dan membutuhkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

 

Contoh :
“Di sana” kita tambahkan dengan imbuhan “me” dengan menghapus “di” nya terlebih dahulu. Menjadi “me sana”.
Sekarang admin tanya, ada tidak kata “mesana” dalam KBBI? Tidak ada kan? Nah, jika tidak ada maka penulisannya itu harus dipisah, dan ditulis “di sana”.

 

Selanjutnya, kata “diambil” kita coba tambahkan dengan imbuhan “me”, dan menjadi “mengambil”. Sekarang admin tanya, ada tidak kata “mengambil” di dalam KBBI? Ada kan? Nah, jika ada di dalam KBBI maka harus ditulis serangkai.

 

Jadi ketika temen-temen ingin membedakan cara penulisannya itu, temen-temen cukup menambahkan imbuhan “me” diawal katanya. Lalu cari katanya di KBBI. Jika katanya ada di KBBI maka ditulis serangkai dan jika tidak ada maka harus ditulis terpisah.

 

sekian, semoga membantu ya!!

 

Sc: Narabahasa, Ivan Lanin, Fauzan Al-Rasyid, Zenius Education

 

Nisa

Share post

BERITA TERKAIT

Berita yang serupa dengan yang anda baca

news-photo-1

Indahnya Berbagi di Bulan Suci Ramadhan

KPI News-Pada bulan Ramadhan tahun ini, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan…

April 24, 2021

news-photo-1

Bayi Para Nepotis

Hari keduapuluh satu di bulan April. Saya mengistimewakannya, entah kenapa.   Saya…

April 21, 2021

news-photo-1

Wanita-Wanita Indonesia yang Tangguh dan Menginspirasi

SETIAP tanggal 21 April diperingati Hari Kartini, dan bertepatan dengan hari lahir…

April 21, 2021